Posts Tagged ‘sendu mode: on’

Dia mengerti.. (Sebuah perenungan Paskah)

hei everybody..

i’m back.!!! wanna say

menyambut hari PASKAH yang penuh dengan telor ini, aku bakalan bagiin satu cerita yang baru ajah aku baca.. hehehehe..

well, cerita ini aku ambil (baca: re-post) dari Notes Facebooknya ce Monche.. thanks for showing me this story ce.. ❤ 😉

enjoy the story..!!!

Pada akhir zaman, manusia berkumpul dari seluruh penjuru dunia. Beberapa orang berkumpul dan berdiskusi dgn serunya. Bukan dengan kengerian disertai rasa malu, melainkan dengan suara seperti sedang berperang.

“Bgmn Allah dpt menghakimi kita? Apa yg Dia ketahui tentang penderitaan?” sentak seorang gadis bermabut cokelat. Dia menyingsingkan lengan bajunya untuk menunjukkan sebuah nomor tato dari sebuah kamp konsentrasi Nazi. “Kami mengalami teror, pukulan, aniaya, kematian.”

Di kelompok lain, seorang pria berkulit hitam menurunkan kerahnya. “Bgmn dgn ini?” dia menuntut, sambil menunjukkan bekas luka jerat. ” Dihukum mati bukan karena kesalahan, tetapi hanya karena berkulit hitam! Kami mati lemas di kapal budak, disentakkan dari orang2 terkasih, bekerja keras, dan hanya maut yg memberikan kelegaan.”

Di hamparan tanah datar itu terdapat ratusan kelompok seperti mereka. Setiap orang mengeluh atas kemalangannya. Mereka merasa Allah sangat mujur, tinggal di surga, yang serba manis, tidak ada tangisan, rasa takut, kelaparan, dan kebencian. Maka masing2 kelompok mengirimkan pemimpin yang dipilih karena dialah yg paling menderita. Ada orang Yahudi, orang kulit hitam orang India dari kasta yg tak tersentuh, anak haram, seorang dari Hiroshima, dan seorang dari kamp perbudakan Siberia.

Mereka lalu berunding dan menuntut suatu hal dari Allah. Mereka menuntut agar Allah hidup di bumi dan merasakan penderitaan mereka. Setiap orang menyatakan keinginan mereka :
1. Biarlah Dia lahir sebagai seorang Yahudi
2. Biarlah keabsahan kelahiranNya diragukan sehingga dia tidak seorang pun tahu siapa sebenarnya ayahnya.
3. Biarlah Dia mengadili sebuah perkara dengan sangat adil, namun seklaigus sangat radikal , sehingga otoritas religius yang kolot dan otoritas tradisional lainnya membenci Dia, menghukumNya, dan berusaha menyingkirkanNya.
4. Biarlah Dia dikhianati oleh teman-teman terdekatNya. Biarlah Dia didakwa dengan tuduhan-tuduhan palsu, dan diadili di depan juri yang berprasangka dan dan dihukum oleh hakim yang pengecut.
5. Biarlah Dia merasakan betapa mengerikannya kesendirian itu, benar-benar disingkirkan oleh setiap makhluk hidup. Biarlah Dia dianiaya, dan biarlah Dia mati dengan cara yang paling memalukan bersama pencuri biasa.

Setelah keinginan yg terakhir disebutkan, mereka semua bergumam setuju.. Lalu mereka terdiam dan menyadari satu hal… Allah telah melalui semuanya itu…

Dia mengerti penderitaan kita bahkan lebih daripada kita sendiri mengerti..
Dia melalui setiap penderitaan itu dan tetap setia..
Ia tetap mengasihi meskipun semuanya terasa mengerikan..
Bahkan setelah Ia bangkit dan seharusnya bisa menghakimi kita, Ia tetap memilih mengasihi kita..

Happy Easter all..
Jesus love us..

SUmber cerita : Renungan Blessing bln April 2010

cerita ini bener-bener bikin aku mikir, kenapa kita harus mengeluh dan mengeluh sementara Yesus ajah yang udah disiksa sedemikian rupa engga pernah mengeluh dan engga pernah sedikitpun bergumam dalam hati..

hmph, seenggaknya itu yang kurasakan… 🙄

hehehe..

well, bukannya bermaksud sok Rohani sih.. cuma pengen ngerayain PASKAH sambil ngerenungin diri ajah.. hehehehe..

Iklan

EGOIS itu SEHAT..!!!

beberpa hari belakangan ini.. dundhee berasa males banget guys buat ngelakuin sesuatu… pengennya tidur dan engga mau mikirin apa yang terjadi di luar sana.. rasanya pengen engga mau tau dan jadi orang yang sangat egois untuk beberapa saat..

dan dundhee udah pernah ngelakuin itu… beberapa waktu yang lalu dundhee berusaha menjadi orang yang sangat egois dan hanya mikirin soal kepentingan dundhee ajah.. and, honestly, it’s very fun when we could change n became one of the most selfish guy in the world… seneng banget akhirnya bisa jadi seorang yang “jahat” dan merasakan ini-dunia-gue-dan-elo-adalah-orang-yang-engga-tahu-apa-apa

pengen banget merasakan hal itu terus menerus dan engga perlu pake topeng yang selalu menuruti apa yang orang lain di sekitar kita mau.. *ketawa setan*

EGOIS ITU SEHAT…!!!

hari2 kulewati, hanya sendiri….

well beberapa hari ini emang itu yang aku rasain kok guys.. mangkanya.. jadi orang itu yang supel supaya banyak temennya.. tapi engga selamanya supel itu ngerasain rame trus2an.. beberapa hari ini aku yang notabene dikenal supel dan GAOL abes ini…*kalo mau muntah, muntah ajah.. aku udah banyak negh muntahnya* ngerasain yang namanya sendiri banget beberapa hari ini…

loh kenapa dun???

tumben…

mungkin banyak orang bakalan tanya kayak gitu ke aku untuk sekarang ini… but, yang pasti aku sendiripun engga tahu apa n siapa or kenapa aku ngerasa aku sendiri banget… kadang gitu ya, walopun aku sedang ama temen2ku di selasar C *bagi yang engga tahu selasar C, itu adalah salah satu tempat nongkrongnya anak2 FIKOM Petra kalo laghee nungguin kuliah* dan walopun aku guyonan (bercanda,red.) ama mereka tapi aku ngerassa di dalem hatiku kalo aku masih belum “nyambung” (engga tahu istilah yang pas apaan) ama mereka… jaaauuuhh banget di dalem hati aku ngerasa masih belom klop n nyaman… kadang aku malah ngerasa aku yang aneh, tapi semakin kesini aku malah engga nemu apa yang mbuat aku aneh kayak gitu.. well, yang pasti dundhee engga seaneh itu kok guys…*berusaha ngeles*

hmph… kadang kalo ngerasa sendiri kayak gini, dundhee pengennya pergi ke daerah yang jauuuuhhh banget yang bakalan engga ada orang yang kenal dundhee dan dundhee pengen mengulangi semuanya dari awal laghee… well, emang sedikit pengecut seh.. tapi itulah yang dundhee selalu pikirin kalo dundhee ngerasa sendiri kayak gitu… hmph… thx banget dundhee masih punya temen2… at least walopun dundhee ngerasa sendiri paling engga mereka secara langsung ato engga berusaha ngusir kekosongan n kesendirian di hatinya dundhee…

yah, sudahlah..

SENDIRI YA SENDIRI…